Advertisement

Bantu kami dalam membangun Blog ini dengan mengklik Iklan dibawah. 1 Klik saja sangat berarti bagi kami. Terima Kasih

Sabtu, 03 Maret 2012

Bagaimana Mengukur Luas Bumi?

Orang yang mengukur luas bumi namanya Eratosthenes, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Pada saat itu belum ada komputer atau satelit, jadi bagaimana ia bisa mengukur luas bumi?. Jika sudah memasuki titik balik matahari musim panas (tanggal 22 Juni) matahari akan berada tepat di atas sumur yang terletak di Siene, Mesir. Pada hari yang sama, matahari berada pada kemiringan 7,2° di Alexandria yang berjarak kira-kira 900 km dari Mesir.


Berdasarkan fakta inilah Eratosthenes menghitung luas bumi. Setelah itu ia mengumumkan diameter bumi sekitar 45.000 km. Saat ini kita ketahui bahwa diameter bumi adalah 40.000 km. Jika dibandingkan dengan perhitungan saat ini, maka ketepatan perhitungan Eratosthenes sangat mengejutkan. Memang ada selisih sedikit. Itu karena awalnya Eratosthenes berpikir bentuk bumi benar-benar bulat seperti bola. Sebenarnya bumi berbentuk oval dan agak menggembung di sekitar khatulistiwa. Jadi, kalau mengukur radius sekitar khatulistiwa, luasnya kurang lebih 6.380 km. Tapi kalau mengukur dari daerah selatan atau utara, luasnya sekitar 6.360 km.

0 Comment...:

Poskan Komentar

Comment please and Don't promote your blog in this comment OK! ;)

Hi guys.. welcome to my blog. In this blog available information for you. hopefully it is useful
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Backlink