Subscribe:

Asal Mula kata FUCK dan Kebiasan Mengacungkan Jari Tengah

.
.

Hai, kawan... Di postingan kali ini saya mau membahas tentang kata POOP FUCK. Hmmm pasti kalian sering dengar kata ini. Dari orang dewasa sampai anak kecil aja pasti kenal sama nih kata, maklum sekarang kan jaman maju. Semua informasi dapat diketahui dari media mana saja dan siapa saja. 


Tapi Anda Tahu? arti kata FUCK yang sebenarnya? hati-hatiloh, kita harus bijak dalam berbahasa jangan asal ngomong saja tanpa tau maksudnya. Jadi kata fuck itu adalah kata yang memiliki konotasi yang sedikit negatif... Ada yang maksudnya meledek seseorang ada juga hal-hal yang "gitu deh" *paham dah* ada juga sebagai kata orang yang sedang marah dan sebagainya.. hmm yang benar yang mana yaa? kita telusuri asal usulnya...

Kata fuck ini ada banyak versi sejarahnya, seperti berikut:

1. Berdasarkan dari wikipedia, kata ini ada dalam isyarat yang terdapat dalam puisi campuran bahasa latin dan inggris pada sekitar tahun 1500 dengan judul flen flyys. Baris puisi yang mengandung kata “fuck” tertulis sebagai berikut, “non sunt in coeli, quia gxddbov xxkxzt pg ifmk”. *Puisinya lucu aja*
Sandi yang tertulis “gxddbov xxkxzt pg ifmk” diterjemahkan menjadi “non sunt in coeli, quia fvccant vvivys of heli” yang dalam bahasa inggris berarti “they are not in heaven because they fuck wives of ely”.

Akibat CINTA

.
.

Cinta adalah sutau perasaan yang dimiliki setiap manusia. Cinta datang dengan sendirinya. Cinta dapat membuat seseorang merasa senang dan sedih. Menurut saya, hampir semua manusia merasakan sakitnya Cinta. Cinta mempunyai banyak jenisnya :
  1. Cinta kepada ALLAH
  2. Cinta kepada Makhluk Hidup
  3. Cinta Kepada Orang Tua
  4. Cinta kepada PACAR
  5. DLL
Nah, yang saya akan ceritakan yaitu Cinta Kepada Pacar. Cinta kepada seseorang itu wajar. karena kita diciptakan untuk saling melengkapi. Tapi, cinta kita pun ada batasnya. Dengan kita
bercinta/berpacaran kita sudah melakukan suatu pergaulan bebas. Mengapa....?
Karena Cinta adalah proses untuk menuju ke pacaran. sedangkan pacaran itu adalah suatu proses awal dari pergaulan bebas. Tentu kita boleh berpacaran tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan. Misalnya
  • Kita berpacaran hanya sekedar bertemu untuk menyampaikan rasa kangen
  • Kita tidak boleh berdua-dua disuatu tempat
  • Kita tidak boleh melakukan KISS terhadap pacar kita
  • Kita harus mentaati peraturan masyrakat,agama,lingkungan dll

Cara Membasmi Fake Friend

.
.
Assalamu'alaikum gays eh guys *Maaf keceplosan* :D
Dipostingan kali ini gue mau bahas tentang Fake Friends. Emang Fake Friends apa sih? lo tau ga? hah! gatau.. yaampun kudet banget sih. Sini deh gue kasih tau, Fake Friends itu berasal dari Bahasa Alay Inggris.

Fake = Palsu, Gadungan, Penipu
Friend = Teman, Kawan, Sobat

oh berarti kalo digabung Fake Friend artinya Palsu Teman atau gadungan kawan atau penipu sobat yaa? yaa bukan oon. Fake Friends adalah teman yang harus dibuang dan dibasmi dari muka bumi haha *evilLaugh. bukan bukan Fake Friend adalah teman palsu. Maksudnya? jadi gini fake friends itu adalah sekelompok orang *cielah sekelompok* yang mana mereka sudah kita anggap pembantu teman namun tujuan mereka berteman adalah punya alasan tersendiri misalnya hanya memanfaatkan kita akan tetapi saat kita memerlukan mereka, mereka tidak ada *bukan setan yaa* bukan hanya memanfaatkan saja, bangsa mereka sangat kejam, mereka bisa menusuk kita dari belakang dan memfitnah bahkan menhinan kita. Nah trus gua harus bilang WOW gitu #Aseem -__-


Kembali ke Tong Fang topik. sesuai judul postingan ini, Cara Membasmi Fake Friends. judulnya sih agak serem yaa MEMBASMI, emang lu pikir dia anak alay pake dibasmi tapi gua juga setuju sih kalo sebangsa mereka itu harus dibasmi. Oya, sebenernya sih anak alay sama Fake Friends itu sama, sama-sama manusia. ok Cusss gue akan bahas satu persatu gimana sih cara membasmi mereka HAHAHA *Evil Laugh* :D

Baca dengan teliti cara-caranya, jangan sampai terlewat nanti bisa diulang dari awal lagi loh *Emang lu pikir main temple run* -__- Oya bagi yang punya penyakit khusus seperti panuan, kudis, jamur selangkangan, jerawatan dan ingusan diharap agar segera berobat biar ga jomblo *loh. Daripada basi basi eh basa basi terus mending kita mulai aja pembahasannya soalnya daritadi kayanya kalian baca nih postingan serius bgt. oke kita mulai hitung mundur. 


3......



2.......



1,6.....



1,3........



1,05.......



1



CARA MEMBASMI FAKE FRIENDS

Cara 1: Untuk membasmi Fake Friends kalian harus siapkan semprotan nyamuk dan baygon (boleh hit) cair. nah kalian masukkan tuh baygon ke semprotan nyamuk. abis tuh kalo Fake Friends nyamperin lu, langsung lu semprot dah tuh baygon *Sroooot pasti mereka kabur dah. INI CARA AMPUH LOH karena mungkin mereka sebangsa nyamuk malaria yang meresahkan.

Cara 2: Ajak Fake Friends kerumah lo, trus lu sediain makanan. setelah dia makan makanan dari lu pasti dia haus kan. disitulah lu buatin minuman yang berisi baygon. Dan diapun bakal pergi ke surga *Kalo dosanya dimaafkan*. INI AMPUH JUGA TAPI JANGAN DEH TERLALU GIMANA GETOO

Cara 3: Lu pergi ke bank nah lu nabung deh haha canda. lu pergi ke bank tuh yaa, nah lu rampok tuh bank trus lu tinggalin dah ktp Fake Friend lu pastinya nanti dia bakal dipenjara. Trus kalo yg Fake Friendnya ga punya ktp, lu tinggalin aja surat yang isinya biodata Fake Friend lo itu. seperti nama, ttl, alamat, jenis kelamin, mifa, mafa, kartun favorit, twitter, facebook dll. CARA INI SEDIKIT ANEH tapi sih nyambung juga

Cara 4: Udah deh sampe 3 cara aja yaaa

Nah gimana pembahasan CARA MEMBASMI FAKE FRIENDSnya, keren kan? ada 4 cara dan itu ampuh tapi jangan diikuti yaa. itu caranya SESAT :D *Ini SERIUS*.

Sebenarnya Fake Friends atau temen palsu itu ga perlu dibasmi. Fake Friends itu tetep kita temenin tapi jangan sampai kita terlalu deket banget bahkan terlalu mempercayai mereka juga. karena takutnya mereka memanfaatkan kita aja dan dibelakang kita mereka meludahi kita. Kenapa kita harus berteman sama Fake Friends? *Kenapa yaa hmm aduh kenapa sih gua lupa ingatan, siapa gue? dimana gue?* #gajelas -__-. Kenapa kita harus berteman karena kita tidak bakal mengetahui True Friends atau Good Friends atau Real Friends kita. Bener ga? ya bener. tanpa Fake Friends maka Real Friends ga bakal ada.

Trus juga kitakan sebagai manusia nih yee. kita kan makhluk sosial jadi kita juga pasti butuh Fake Friends walau terkadang mereka ga bakal ada disaat kita butuh dia, walaupun ada pasti hanya memanfaatkan kita. tapi setidaknya mereka bisa menjadi teman hiburan dalam arti teman candaan atau teman main atau teman ngobrol tapi jgn sampe bocorin rahasia, itu bahaya. Nah jadi jangan dimusuhin Fake Friends itu, tapi ditemenin kalo dia memanfaatkan kita manfaatin balik, begitu seterusnya. ohya dgn kita berteman dgn mereka sapa tau aja dia insyaf dan menjadi True Friends kita. Aamiin. 

Oke sekian dulu yaa coretan gue tentang Cara Membasmi Fake Friends semoga 4 tips tadi ga dilakuin dan kalian tetap berteman dengan Fake Friends walaupun yaaa gitu deh :) sedikit kata bijak dari gue
I don't hate my Fake Friends, because without them I don't know exactly my True Friends - @Dedysteady :)

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Balap Karung GP

.
.


Matahari mulai menampakkan sinarnya. Kicauan burung seolah memanggilku untuk segera bangun dari mimpi nakalku. “Kriiing” alarm handphone ku berbunyi dengan kerasnya di samping telinga. Lekaslah pada saat itu aku terbangun seraya berkata “Gottverdammt”. Aku pun lalu mematikan alarm tersebut dan tak sengaja melihat ke layar handphone ku kalau ternyata sekarang tanggal 17 Agustus. Yah.. biasanya pada tanggal tersebut setiap warga Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan dengan mengadakan lomba-lomba yang seru, salah satunya di daerah tempat tinggalku.

            Aku pun bergegas diri dan bersiap untuk mengisi Agustusan tersebut dengan mengikuti berbagai lomba. Banyak lomba yang dipertandingkan. Ada lomba makan kerupuk, joget dengan balon, memasukkan belut, pukul kendi, panjat pinang, dll. Tapi ada lomba yang menarik perhatianku pada saat itu, yaitu Balap Karung GP. Emang sih namanya agak sedikit aneh. Udah kaya balapan motor yang di TV aja, haha.
            Balap Karung GP ini sama seperti balap karung yang biasanya dilakukan saat agustusan. Hanya saja sirkuitnya cukup jauh –cielah sirkuit-. Aku pun mendaftarkan diri untuk mengikuti balapan tersebut. Aku mendatangi panitia tersebut dan menuliskan identitasku di sebuah buku yang ada di meja panitia tersebut. Pada saat itu baru 10 orang yang daftar dan dilihat-lihat “Ebuset dah,” (dengan logat betawi)  sempat terkejut juga pada saat itu ada beberapa finalis perempuan ikut balapan ini juga. Wah wah kalo sampai kalah harga diri mau diletakkan dimana coy!

            Kebetulan waktu itu aku mendapat giliran ronde kedua. Aku pun mengajak teman-temanku Fariz dan Rizky untuk mengikuti event ini. Temanku, Fariz, tadinya tidak mau ikut. Karena menurut dia cuma bikin pegel kaki doang. Memang benar apa yang dikatakan Fariz tetapi pada kenyataannya nih anak memang tidak pernah mengikuti lomba-lomba agustusan ini. Maklumlah anak mami papi bawaannya pasti selalu males. Berbeda dengan Rizky, walaupun anak mami papi juga tapi dia mau ikut kalau diajak (Ingat: Kalau diajak).
***

            Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Giliran ronde kedua yang akan balapan yaitu giliranku. Aku pun masuk kedalam karung. Awalnya sih merasa pede ikut lomba ini. Eh pas di TKP ternyata “Dag Dig Dug Der!” serasa jantung dipukul oleh Travis Barker layaknya drum milik dia sendiri karena di sepanjang tepi jalan terhampar masyarakat yang antusias ingin melihat lomba tersebut. Dengan wajah keringatan dan mencoba untuk tenang dengan mengambil napas pelan-pelan seraya berdoa. Akhirnya rasa gugup itu hilang. Pluit start pun berbunyi “Priitt” semua finalis loncat-loncatan seperti pocong yang kepanasan dengan muka berkeringat. Ada salah satu finalis mengalami kecelakan. Maksudnya dia tabrakan dengan finalis lainnya dan keluar dari lintasan. Ada pula yang kehabisan bensin (haus) sehingga dia perlu diisi ulang alias minum didalam lintasan.

            Aku terus meloncat dan meloncat seperti tomcat yang sedang dapet undian dengan muka kaya orang sedang poop di toilet. “Aduh sial cape banget, Where’s the water? Where!!!” ujarku dalam hati. Akhirnya tidak jauh dari tempatku berada. Ada tempat peristirahatan, disitu aku minum 3 gelas susu coklat dan lanjut melompat-lompat. Aku pun terus melompat dan melompat hingga akhirnya melihat garis finish. Aku yang pada saat itu berebut posisi pertama dengan salah satu finalis yang tampangnya maho eh maaf macho tersebut berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencapai garis finish. Hingga kami berdua  adu body dan berakhir dengan kemenangan si macho tersebut dan luka kecil pada lengan kiri ku.

            Yah.. itulah perlombaan. Ada yang menang dan ada yang kalah. Jangan beranggapan remeh pada suatu hal yang kita belum ketahui apa itu. Kita harus berpikir bagaimana caranya kita bisa melakukannya dengan baik dan kita sendiri enjoy dengan hal itu. Jangan juga terlalu memaksa diri untuk memenangkan suatu perlombaan. Kita sudah menampilkan yang terbaik itu sudah jauh lebih dari cukup. Ingat! Pemenang Sejati adalah dia yang mampu menerima kekalahannya dan dapat menampilkan yang terbaik yang dia bisa. Itu..

Pelangi Persahabatan

.
.


Pelangi? Siapa sih yang tidak mengenal pelangi? Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu ini merupakan fenomena alam yang sangat indah dan membuat siapapun yang melihatnya merasa bahagia. Begitu pun denganku, pelangi terakhir yang kulihat adalah saat perpisahaan dengan sahabatku. Ya, kisah ini bermula saat aku duduk di bangku sekolah menengah pertama, karena di masa itulah aku mulai mengenal persahabatan.
            “Kriiing” alarm pun berbunyi dan membangunkanku dari tidur lelapku. Hari ini adalah hari dimana pertama kali aku menduduki bangku SMP. Aku pun bangun dan lekas mandi. Setelah itu, aku pun bergegas untuk pergi ke sekolah.
“Mah, aku berangkat yaa” Sapaku sambil mengambil tas
“Iya, hati-hati, Nak. Jangan lupa bawa payung, mau hujan.” Ujar mamaku
Memang benar, hari ini cuacanya sedikit mendung. Aku pun lekas mengambil payung yang berada di teras rumah.
            Sesampainya di sekolah, aku melihat pengumuman pembagian kelas. Yeah, aku mendapatkan kelas 7-2 dan ternyata disana juga ada teman SD ku, Fariz. Aku pun pergi menuju kelasku tersebut dan duduk disamping Fariz.
            “Teng.. Teng.. Teng” Bel sekolah pun berbunyi dan seluruh siswa pun berbaris di lapangan upacara untuk pengarahan masa orientasi siswa. Di pertengahan acara, tiba-tiba hujan turun dan kepala sekolah memerintahkan seluruh siswa masuk ke kelas mereka masing-masing. Aku dan semua siswa yang lain pun berlari. Hingga sesampainya disuatu genangan air, tiba-tiba kakiku tersandung batu dan aku pun terjatuh, “Bluk”. Basalah baju dan celanaku pada saat itu. Semua siswa yang melihatku pada tertawa terbahak-bahak dan mengejekku. Seketika datanglah seorang pria, wajahnya tak asing bagiku, dia lalu menolongku.
“Eh, lu gak apa apa” Kata dia sambil mengangkatkan untuk bangun
“Iya, gak apa apa ko. Thank you yaa.” Jawabku
“Oya, lu kelas berapa” Tanya dia
“Kelas 7, 7-2” Balasku
“Wah, kalau gitu kita sekelas dong, haha” Canda dia
 Aku pun diantar masuk ke kelas olehnya. Dan ternyata dia duduk di depanku. Kami pun akhirnya mengobrol. Usut punya usut ternyata namanya Rizky. Dia anak yang pintar semasa SDnya. 10 menit setelah obrolanku dengan Rizky, datanglah Fariz dengan wajah bertanya-tanya.
“Lah lu kenapa, Ded? Celana lu ko basah terus make kaos putih doang lagi?” Tanya Fariz
“Gua tadi jatuh Riz di genangan air depan yang gede itu tuh” Jawabku sambil menunjuk
“Jiah kaya anak kecil aja lu jatuh, haha” Fariz pun tertawa
“Au ah!” Jawabku bete
Aku pun memperkenalkan si Fariz dengan si Rizky. Alhasil kita bertiga menjadi sangat akrab.
            Hujan yang begitu lebat akhirnya reda juga. Selang beberapa menit, terjadilah pelangi. Seluruh siswa keluar dan menyaksikan fenomena yang indah tersebut. Pelangi ini adalah pelangi pertama yang kulihat secara langsung, begitu pun dengan si Fariz dan Rizky.
            Hari demi hari. Persahabatan kami pun semakin erat. Canda tawa bersama, belajar bersama, pergi ke kantin bersama, contek-contekan bahkan pergi ke sekolah bersama. Hingga pernah suatu ketika, kami telat pergi ke sekolah karena cuaca saat itu sedang hujan lebat. Rizky dan aku saat itu berada di pangkalan angkot tempat kami biasa berkumpul untuk pergi sekolah bersama. Kami berdua sedang menunggu Fariz yang terjebak hujan di tengah perjalan ke tempat tersebut. Sesampainya Fariz disana, baju seragamnya basah dan akhirnya dia melepas seragamnya dan hanya memakai kaos putih. Aku dan Rizky pun ikut melepas pakaian seragam dan hanya memakai kaos putih yang kami kenakan. Ya, karena bagi kami kebersamaan adalah nomor satu dalam persahabatan.
            Sesampainya di sekolah, kami pun mendapatkan hukuman karena telat 30 menit masuk sekolah. Kami pun disuruh membersihkan lantai yang becek akibat hujan yang lebat tersebut. Sangat melelahkan dan memalukan. Tapi semua itu terasa hilang jika kita melakukannya bersama sahabat.
            Hari pun berubah menjadi bulan dan bulan pun menjadi tahun. Tak terasa kebersamaan kami pun sudah 3 tahun lamanya. Detik-detik menjelang sebelum ujian nasional merupakan hal yang paling mendebarkan. Karena seminggu sebelum ujian nasional, hujan turun begitu lebatnya hingga banjir melanda tempat tinggalku. Bahkan gemuruh petir dan cetaran membahana kilat mengganggu belajarku. Tapi semua itu telah berlalu dan aku sangat bersyukur karena pada saat ujian nasional hujan tidak turun walaupun cuaca sedikit mendung.
            Tibalah masa akhir putih biru. Biasanya sekolah-sekolah mengadakan jalan-jalan. Sekolah aku pun demikian. Akan tetapi jalan-jalan di sekolahku dibagi perkelas. Jadi setiap kelas mengadakan jalan-jalan sendiri. Nah, kelas ku memilih jalan-jalan pergi ke Tangkuban Perahu.
            Hari yang ditunggu pun tiba. Aku, Fariz dan Rizky serta teman-teman sekelas yang lain pun sudah siap di bis. Kami pun berangkat. Disepanjang jalan kami terus bernyanyi. Setibanya disana, cuaca menjadi tidak begitu bersahabat. Awan kumulus hitam menyelimuti langit-langit diatas dan setetes demi setetes air hujan pun turun. Kami semua pergi berlindung mencari tempat teduh. Setelah hujan yang tidak begitu lebat tersebut sudah cukup reda. Kami pun melanjutkan perjalan menuju tempat peristirahatan. Sesampainya disana, aku, Fariz dan Rizky pergi jalan-jalan keluar sebelum kami semua pergi ke Tangkuban Perahu. Kami bertiga pergi mengitari tempat penginapan, hingga sampailah disebuah kebun jeruk. Ada seorang pria sedang memetik jeruk-jeruk tersebut dan kami pun menghampirinya. Ternyata beliau adalah pemilik kebun tersebut dan kami pun diperbolehkan membantu beliau.
            Hari pun menjelang sore, kami pun lekas pergi ke tempat penginapan. Ditengah perjalanan, turunlah hujan. Kami bertiga pun, lari mencari tempat teduh. Dengan pakaian yang basah kuyup dan kaki kotor yang terkena cipratan sandal pada saat lari tersebut akhirnya menemukan tempat teduh dibawah pohon besar. Beruntungnya hujan tersebut tidak disertai petir dan kilat karena pada saat itu matahari masih bersinar dengan terangnya. Di tempat teduh tersebut kami mengobrol tentang kemana kita setelah lulus nanti. Aku terkejut ternyata kami berbeda tujuan. Aku mengambil sekolah kejuruan di Jakarta, Fariz mengambil sekolah pelayaran sedangkan Rizky akan bersekolah di Jogja. Kami bertiga pun berjanji bahwa akan bertemu kembali dalam keadaan sukses dan kenangan persahabatan ini tak akan dilupakan. Setelah lama menunggu akhirnya hujan pun cukup reda. Aku terpanah saat melihat ke langit. Suasana sore hari ditemani dengan tetesan kecil air hujan dan suara sekumpulan burung yang sedang terbang melengkapi pandangan ku saat itu. Ya, saat itu aku melihat pelangi. Aku pun memberitahukan kepada Fariz dan Rizky,
“Eh, Riz, Ky, coba deh lihat ke atas” Pintaku
“Ada apa? Wow!” Ujar Fariz dengan kagum
“Wow! Indah sekali langitnya” Kagum Rizky
Sungguh pemandangan di sore hari itu sangat indah. Pelangi ini pun membuat ku teringat pada saat pertama kali kami bertiga menjalin persahabatan. Aku pun berkata kepada mereka berdua, “Sejauh apapun kita, dimana pun kita berada. Saat kita melihat pelangi, ingatlah persahabatan dan kebersamaan kita yaa, kawan”. Fariz dan Rizky pun terharu dan mata mereka berkaca-kaca.
Hi guys.. welcome to my blog. In this blog available information for you. hopefully it is useful