Advertisement

Bantu kami dalam membangun Blog ini dengan mengklik Iklan dibawah. 1 Klik saja sangat berarti bagi kami. Terima Kasih











Senin, 08 Juli 2013

3Guys: Penderitaan Di Hari Senin

3Guys adalah Cerita Seri karya Dedy Setiadi alias saya sendiri. Kisah yang menceritakan kehidupan remaja pria yang super lucu, gokil, menyedihkan, seram dan tidak lupa mendidik. Cerita ini adalah project buat saya untuk mencoba kedalam dunia tulis menulis. Semoga cerita 3Guys ini dapat memberikan inspiratif, hiburan dan pengetahuan yang dapat bermanfaat buat kalian. Happy Reading ^^


 Matahari sudah memancarkan sinarnya. Pagi yang sedikit mendung dan hari yang tidak bersahabat tersebut seraya menyambut 3 pelajar ini dengan penuh renungan. Ya, hari ini adalah hari senin. Seperti biasanya  Faiz, Izky dan Bara harus mengawali hari ini dengan telat pergi ke sekolah. “Kring….” Alarm pun berbunyi dengan kerasnya di samping telinga Izky.

A..ap pa..an tu tuh!” Izky terkejut dan kaget saat melihat alarm bahwa jam menunjukkan pukul 6 lewat 25 menit. Izky pun lalu membangunkan kedua sahabatnya itu.
“He..ey! Ba bang ngu ngun, u..ud da..ah pa pa gi nih.”
Mereka berdua pun bangun dengan setengah sadar.
“Udah pagi yaa? Yaudah telus masalah buat gua, ga kan,” ujar Faiz setengah sadar
          “Apa? Udah Pagi? O!” kata Bara lalu tidur lagi
          “Wooy! Ki..it ta tel la..at be beg goo,” teriak Izky
“Hah! Apa!” Mereka berdua pun terkejut dengan mata melotot seperti lagi nonton bokep.
          Akhirnya mereka pun lekas bangun dari tempat tidurnya dan pergi untuk mandi, tidak lupa pula menggosok gigi dan merapikan tempat tidur mereka. Setelah semuanya selesai, mereka pun mengenakan pakaian seragam sekolah dan siap untuk pergi ke sekolah.
          Sesampainya di sekolah, pintu gerbang setengah ditutup. Mereka mulai panik karena takut di hukum oleh guru killer. Dan.. yah, ketakutan mereka pun terwujud. Guru killer pun datang menghampiri mereka.
          “Kamu,” ujar guru itu sambil menunjuk Bara
          “I iya pa, ada apa?” jawab Bara dengan sedikit gugup
“Hah! Kamu bilang ada apa? Kamu tidak tahu kesalahan kamu?” tanya guru killer itu dengan nada kesal
“Kesalahan yang saya tahu dan inget adalah saya sedang mengenakan celana dalamnya Izky dan tidak bilang pada dia pa, soalnya waktu itu punya saya habis,” jawab Bara dengan senyum
“Kamu ini kurang ajar” sambil menjewer kuping Bara “Dan kalian push up 50 kali lalu berdiri di depan lapangan, sekarang!”
          Mereka pun Push Up 50 kali. Setelah push up mereka pun pergi ke depan lapangan dengan raut wajah setengah mau mati. Dan penderitaan pun bertambah. Di depan lapangan, mereka di suruh hormat ke tiang bendera dengan tangan yang setengah mati rasa tersebut hingga upacara bendera selesai.
          Upacara bendera pun selesai. Akhirnya penderitaan mereka pun usai. Mereka lalu bergegas menuju kelas. Sesampainya di kelas, mereka duduk dan teparlah di bangku.
          “Eh kalian kenapa? Ko kaya orang ga makan sebulan,” tanya Andhika
          “Ka ka kam mi a..ab bi..is …” jawab Izky lalu dipotong oleh Bara
          “Halah, lama. Kami abis kena hukum Dhik sama guru killer.”
          “Loh emang kenapa?”
          “Kami telat, udah deh ga usah nanya lagi. Butuh istirahat nih gue.”
Bel pelajaran jam pertama pun berbunyi. Guru pun masuk ke ruang kelas.
          “Pagi anak-anak,” sahut Bu Guru
          “Pagi bu,” Teriak semua murid
          “Oke anak-anak hari ini kita ulangan, sudah siap?,”
“Apa?!” Jawab semua murid dengan wajah seperti ngeliat bulu ketek semut
“Ha..ah! U..ul ul lang nga..an?” Izky terkejut
“Iya ulangan, Udah deh kalian jangan dramatisir seperti itu. Lebay banget,” jelas Bu Guru
Bu Guru pun membagikan kertas ulangan.
“Oke anak-anak selesaikan dalam waktu 30 menit dari sekarang” tegas Bu Guru.
          Mereka semua pun mulai mengerjakannya. Tampaklah Izky dan Bara sedikit kebingungan. Keluarlah keringat dari kepala mereka berdua. Lain halnya dengan Faiz, dia tampak tenang.
          “Iz gue nyontek dong?” tanya Bara
          “yaa, nomol belapa?” jawab Faiz
          “Nomor 17”
“Hmm oke, gue tulis di keltas yaa jawabannya” kata Faiz sambil melempar robekan kertas ke Bara.
“Loh jawaban macam apa ini, kan yang di tanya Apa yang kamu ketahui tentang Genderuwo? Ko lo jawabnya Maaf Ibu Guru tersayang, saya tidak pernah melihat Genderuwo. Saya juga tidak pernah kenalan sama si Genderuwo tapi saya pernah baca di salah satu buku kalo dia itu punya panggilan yaitu Uwoh. Kalo Ibu kenal lebih dekat, tolong komen di bawah tulisan ini. Terima kasih.” Jelas Bara
“emang napa? Masbuloh! Gua jawabnya sesuai fakta,” kata Faiz
“Ehem kalian berdua jangan berisik,” tegur Bu Guru
          30 Menit telah berlalu, saatnya mengumpulkan kertas ulangan. Mereka berebut meletakkan kertas ulangan di tengah tumpukkan agar tidak di koreksi duluan. Setelah semua kertas ulangan terkumpul saatnya pengoreksian. Seluruh siswa tampak kelihatan tegang. Perasaan dag dig dug menghampiri mereka. Begitu pun pada Faiz, Izky dan Bara.
          Saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hasil ulangan sudah di dapat dan saatnya pembacaan nilai. Ini adalah sesi terseram setelah ulangan. Bu Guru pun membacakan nilai mereka satu persatu.
“Andhika, nilai kamu 80. Dedy, nilai kamu 95. Hidayat, nilai kamu 75. Bara, nilai kamu 65. Izky, nilai kamu 55 dan Faiz, nilai kamu 30. Bagi yang nilainya dibawah 70, kalian harus mengerjakan latihan di Buku Paket dari halaman 20 sampai 145. Dan harus selesai hari rabu. Mengerti!” Jelas Bu Guru.
“Mengerti Bu…” Jawab mereka lemas
          Lengkaplah sudah penderitaan mereka di hari senin ini. Bel pulang sekolah pun berbunyi. Faiz, Izky dan Bara pun segera pulang. Mereka pun segera menyicil tugas remedial tersebut. Saat mereka mengerjakan soal tersebut, Izky pun teringat sesuatu saat di sekolah.
          “O..ya, gu gu we i..ing nge...et se..su..a..tu ni nih,”
          “Hmm inget apa tuh Ky,” kata Bara
          “lu.. ma mak ke ce..cel..la..na da..dal..lam gu gu..e ya?”
“Ups ko dia tau yaa gua make celana dalam dia.” Pikir Bara dalam hati sambil merasa kebingungan.

TAMAT

<< Previous Story - Next Story >>

8 komentar:

  1. nice cerita, terus semangat ya

    BalasHapus
  2. ya bener banget sobat, dulu saya juga gitu, saat masih sekolah, hari senin adalah hal yang sangat menjenuhkan. harus datang pagi2, upacara, mata ngantuk, badan lesu karena begadang nonton bola, sangat menguji bathin. hihhi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener2 nguji bathin haha

      Hapus
    2. ngantuk nya itu nggak nahan, karena minggu banyak banget tayangan bola, sampai subuh. hihi

      Hapus
    3. hari senin emang hari yg penuh perjuangan :D

      Hapus
  3. nice sharing...salam ramadhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih.. salam ramadhan ;)

      Hapus

Comment please and Don't promote your blog in this comment OK! ;)

Hi guys.. welcome to my blog. In this blog available information for you. hopefully it is useful
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Backlink